Terkadang tekanan dalam perkerjaan bisa menjadi sebuah tantangan yang memotivasi. Tapi, tentu ada saatnya kita berada dalam puncak tekanan yang akhirnya menimbulkan setres kerja. Agar kondisi fikisk dan mental tidak terbebani, ketahui cara mengatasi setres kerja. Setres karena urusan pekerjaan merupakan keniscayaan bagi karyawan sampai pengusaha. Biasanya, tekanan pekerjaan berwujud tenggat (deadline), tugas baru yang berat, sampai konflik dengan rekan kerja. Setres tersebut lumrah apabila anda masih bisa mengedalikannya. Setres kerja memuncak biasanya disebabkan oleh atasan yang kurang memberikan dukungan, beban atau waktu kerja yang berlebihan, rekan kerja yang suka merundung (bully) atau tidak suportif, maupun melakukan kekerasan fisik dilingkungan kerja. Stres kerja tidak jarang justru bisa membawa seseorang ke hidup yang tidak sehat. Mulai dari banyak makan atau ngemil secara tidak sehat guna melampiaskan rasa setres, melewatkan waktu makan, kurang tidur, mengonsumsi minuman beralkohol, atau bahkan menjadi lebih sering merokok.

Jangan Biarkan Setres Bekerja Menghambat Kebahagiaan Anda

Agar setres tidak hadir terus-menerus dan membuat anda lupa bahagia, inilah beberapa tips menghilangkan setres karena bekerja:

  1. Kenali batas kemampuan

Mengenali sampai mana batas kemapuan anda dalam menanggung beban beban pekerjaan adalah hal yang penting untuk mengurangi setres dalam pekerjaan. Dengan begini, anda juga meperhitungkan berapa lama waktu yang anda perlukan untuk menyelesaikan beban kerja anda. Selain itu, anda dapat terhindar dari rasa lelah berlebihan.

  1. Awali hari dengan senyuman

Tekadang, stres tidak hanya datang saat anda sampai ditempat kerja. Berkutat dengan jalanan yang macet di pagi hari acapkali membuat kepala anda pusing. Ditambah pikiran yang membayangkan bebab pekerjaan sudah menanti dikantor. Alih-alih membayangkan kerumitan pekerjaan, mulai hari dengan senyuman dan hal-hal baik. Seperti mendengarkan musik favorit atau bisa juga menyusun perencanaan kerja yang tepat.

  1. Bicarakan dengan atasan anda

Bagi sebagian orang, berbocara dengan atasan atau melakukan curhat kecil merupakan hal yang dianggap canggung. Tapi, cobalah berbicara mengenai stres yang anda alami kepada atasan. Anda juga berhak untuk menolak atau mengatakan tidak pada atasan, jika merasa bebean yang diberikan sudah melewat batas kemampuan. Atau bahkan beban pekerjaan yang di berikan di luar tanggung jawab pekerjaan. Tujuannya bukan untuk mengeluh, melainkan untuk membuat rencana efektif dalam mengelola stres kerja.

  1. Jangan malu bertanya

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap setres akibat pekerjaan adalah ketidaktahuan anda terhadap ekspektasi atasan atau klien. Jika anda memahami permintaan atasan atau klien, paling tidak anda punya bayangan untuk mencari cara menyelesaikan pekerjaan. Selain bisa mencadi cara mengatasi stres kerja, anda juga memahami strategi paling pas untuk merampungkan pekerjaan.

  1. Lupakan pekerjaan sejenak

Beban atau target pekerjaan tidak jarang membuat sesorang menjadi setres. Bahkan tidak jarang, hal ini dapat berdampak dan menimbulkan masalah lain di kehidupan pribadi. Lupakan pekerjaan sejenal dan carilah hiburan yang membuat anda tertawa. Tertawa dapat memberikan dampak positif bagi tubuh dan jiwa anda. Janganlupa bahwa cuti adalah hak anda. Dan jika memang di perlukan anda bisa mengambil cuti selama beberapa waktu untuk menenangkan diri dan menjauhi stres kerja. Bagi freelance yang bekerja dirumah, melupakan pekerjaan akan cenderung lebih susah karena kehidupan rumah dan pekerjaan jadi tercampur aduk.jika dipaksakan untuk melepaskan pekerjaan sejenak, freelance bisa menumpuk stres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *